,

Deklarasi Pemilu Asik Pemuka Agama

redaksi_tricitramedia Avatar

Jakarta, Tricitramedia – Gerakan Kebangsaan Indonesia, badan pelayanan Gereja Kristen Indonesia Sinode Wilayah Jawa Barat, menyelenggarakan program kegiatan yang diberi nama Ayo Nyoblos. Ketua Umum Sinode GKI Jabar, Pendeta Sheph David Jonazh mengatakan bahwa pada kegiatan Ayo Nyoblos ini digelar berbagai kegiatan bertema kebangsaan, “dengan semangat inklusif, toleransi, dan kebhinekaan,” begitu ujar Davidy, dalam press release yang diedarkan kepada wartawan.

Di hari itu, Davidy dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini sangat luar biasa, mengingat GKI Jabar yang hanya memiliki wilayah pelayanan yang kecil, bisa mengundang tokoh-tokoh penting. “Sungguh sangat mengharukan,” demikan ungkapnya. Dalam sambutannya, Davidy mengakui bahwa kegiatan ini awalnya hanya kegiatan internal yang bertujuan untuk mendorong warga dalam ikut berpartisipasi dalam pemilu. “karena tren golput (saat itu) makin bertambah,” begitu kata Davidy mengisahkan.

Dalam kondisi itu, masih menurut Davidy, bukan kondisi yang sehat dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Seraya mengungkapkan bahwa program ini awlnya hanya sekedar himbauan. Dari sekedar himbauan program itu berubah menjadi program edukasi. Pada program edukasi itu, GKI pun menggandeng Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum. Ketua KPUD Jakarta, Wahyu Dinata mengakui bahwa acara ini sangat bagus. “KPU tidak bisa bekerja sendiri untuk mensukseskan pemilu 2024,” begitu ungkap Wahyu hari itu.

Wahyu mengaku senang dengan butir-butir dari deklarasi di hari itu, yang menyebutkan berbagai hal yang sama dengan harapan KPU pada pemilu 2024 mendatang. “Semoga gerakan ini bisa diikuti oleh lembaga lain,” ujar Wahyu berharap. Pada kesempatan itu, Wahyu juga berharap seluruh warga Jakarta bukan hanya ikut mencoblos pada hari pemilihan, “Tapi juga ikut aktif mengawal prosesnya,” pinta Wahyu menjelaskan. Koordinator Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Bawslu, R. Alief Sudewo mengatakan bahwa, KPU, Baswalu, dan pemerintah telah sepakat hari pemilihan umum di Indonesia di tanggal 14 Februari 2024.

“Tepat Hari Kasih Sayang bagi dunia Internasional,” katanya Dewo, yang direspon dengan senyum yang hadir. Setiap orang Indonesia yang baik pasti berharap penyelenggaraan pemilu di Indonesia berlangsung dengan Jujur Adil dan bermartabat. Pada kesempatan itu, Dewo menyampaikan bahwa Bawaslu akan melakukan deklarasi lintas iman yang menggandeng semua komunitas lintas iman di Indonesia, yang akan bersama-sama mendeklarai tolak politisasi agama.

Acara itu akan dilakukan Bawaslu dalam waktu dekat, “dan akan dilakukan di salah satu stasiun tv,” begitu ungkap Dewo. Dewo juga mengungkapkan bahwa dalam proses tersebut, bersama semua kelompok agama, Bawaslu sudah merumuskan tentang banyak hal, termasuk tentang apa itu politisasi agama, politik identitas, dan sebagainya. Dan harapan dari Baswalu, masih ungkap Dewo, setelah deklarasi pada tingkat nasional, akan diikuti pada tingkat provunsi dan seterusnya.

Dewo juga mengucapkan terima kasih untuk Deklarasi Pemilu Asyik ini. “Memang pemilu nanti, harus jadi pemilu yang asik,” begitu ujar Dewo menutup sambutannya. Deklarasi Pemilu Asyik hari itu dilakukan oleh berbagai perwakilan lembaga-lembaga keagamaan. Acara deklarasi tersebut diakhiri dengan rangkaian doa-doa dari berbagai agama. [AP]

redaksi_tricitramedia Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *