Ada Duta di Balik Batu

redaksi_tricitramedia Avatar

Oleh : Eliansen Siregar
Mahasisiwa Ilmu Komunikasi, Universitas Jayabaya

Terlepas dengan kasus yang menjerat, pada hari Kamis tanggal 21 Septermber 2023 yang lalu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengangkat influencer yang juga artis, Lesti Kejora sebagai duta petani milenial. Pengangkatan itu, sontak melahirkan kontroversi, salah satunya mempertanyakan maksud dan tujuan pemilihan duta dari seorang artis yang terlanjur melekat kasus KDRT, menyusul pasangannya yang melemparnya dengan bola biliar. Sekali pun kasus itu berujung rujuk, namun jauh lebih baik bila duta yang dipilih adalah seorang akademis di bidang pertanian, atau seorang petani yang dilahirkan program Petani Milenial Provinsi Jawa Barat, yang telah ada selama 5 tahun.

Kamus Besar Bahasa Indonesia menggurat bahwa, seorang duta adalah orang yang diutus atau dipilih pemerintah sebagai aktor atau persona yang mewakili suatu urusan tertentu. Dengan kata lain, seorang duta bukanlah pelengkap tapi pelaku utama yang juga penengah masyarakat dengan pemerintah. Maka seorang duta pertanian itu harus mampu berkontribusi dalam kegiatan promosi, edukasi, hingga pengembangan pertanian. Sebab itu, adalah kewajaran bila harapan yang dibebankan ke seorang duta sangat besar dan berat. Melihat beratnya tugas dan tanggung jawab seorang duta, maka perhatian pada proses pemilihan menjadi penting.

Proses pemilihan seorang duta harus cermat dan tepat, dengan memperhitungkan banyak faktor. Seorang duta tidak bisa dipilih hanya karena popularitas, atau keinginan segelintir pihak, mengingat tugas seorang duta untuk kepentingan umum.  Ada beberapa faktor yang bisa dipakai sebagai acuan untuk melihat sosok Lesti Kejora atau Lesyi Bilar, yang berlatar belakang penanyi dangdut yang kini mewakili kepentingan pemerintah di bidang pertanian. Harapan umum pada Lesti, adalah menjadi seorang “Edukator” di bidang pertanian, terutama agrobisnis. Ia harus memperkenalkan kepada generasi milenial banyak hal tentang agrobisnsi, bahkan juga kepada seluruh penduduk Indonesia.

Sementara penduduk Indonesia akan terus bertambah jumlahnya seiring waktu yang berjalan. Cepat atau lambat semua akan berhadapan dengan masalah pangan. Sebagai Sarjana Komunikasi, Lesti dituntut menjadi edukator yang memperkenalkan jenis pangan dan cara pembudidayaannya. Perkenalan itu membutuhkan waktu panjang mengingat jumlah pangan di Indonesia. Lesti bisa merancang program TV, di mana ia bisa menunjuk dirinya sebagai host di acara itu, agar program itu menarik perhatian masyarakat, minimal para penggemarnya bisa menemani bermain sambil belajar tentang pangan. Lalu Duta pertanian juga harus “Mempersuasi” lewat program talkshow tv, berjudul Diary Lesti misalnya.

Dalam program itu Lesti akan mengunjungi berbagai tempat pengolahan pangan atau pertanian. Pada program itu, hadir narasumber kompeten dan menarik bagi pemirsa dalam menjelaskan pentingnya budidaya pangan. Bisa seorang chef atau pengusaha kuliner yang mau berbagi resep jitu dengan memanfaatkan ketersediaan pangan. Jangan lupa, sebagai duta dan public figure, Lesti adalah juga ibu bagi Al-fatih yang masih balita. Semoga Lesti mampu membagi waktu sebagai artis, sebagai duta pertanian dan sebagai seorang ibu. Dalam perannya sebagai “Agen Perubahan”, Lesti akan berhadapan dengan masalah ketersediaan pangan.

Ia harus menunjukan bagaimana bertindak sebagai problem solver di masalah pertanian. Ia harus mampu memberi solusi dalam program-program kegiatannya agar keberadaannya bukan hanya sekedar gimick kegiatan kegiatan sebuah kementerian, mengingat proses pemilihan para duta anti judi yang hasilnya jauh dari harapan. Tugas yang banyak dan berat sebagai duta itu membutuhkan perhatian, mengingat tuntutan besar dari masyarakat dan tuntutan untuk menjadi teladan bagi dunia pertanian di Indonesia. Nah, akankah ada drama sedih kisah petani yang diunggah Lesti sebagai Duta Pertanian, mengingat popularitas Lesti yang sarat dengan drama kehidupan.

Semoga posisi duta yang harus menjadi pelopor dan teladan ini, bukan hanya sekedar gimick, atau bahkan sebagai kesempatan mencari isnpirasi untuk menghasilkan lagu dangdut Lesti Bilar dengan judul Petani Milenial, kemudian menjadi yel-yel di stasiun televisi. Lagi-lagi ada duta di balik batu, Lesti Kejora, haruskah duta itu kamu?

redaksi_tricitramedia Avatar

One response to “Ada Duta di Balik Batu”

  1. Kennard Avatar
    Kennard

    Tulisan yang membuka mata! Ditunggu liputan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *