Ada Arus Balik dari Cita-cita Reformasi

Jakarta, TriCitra Media – “Ada arus balik dari cita-cita Reformasi,” demikian ungkap Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pendeta Gomar Gultom, dalam kesempatannya berbicara di hadapan berbagai awak media di acara jumpa wartawan, yang digelar Gerakan Nurani Bangsa atau GNB, pada hari Sabtu tanggal 10 Februari 2024, di Grha Oikumene Jakarta.

“Sejak Reformasi lahir, bangsa ini hidup dalam demokratisasi,” begitu Pdt. Gomar mengungkapkan. Dan proses itu, melalui pemilu demi pemilu selalu diharapkan bukan hanya demokratisasi prosedural saja yang terjadi. Seraya juga mengingatkan banyaknya korban dalam guliran Reformasi saat itu di tahun 1998. Pengorbanan itu diharapkan tidak menjadi sia-sia. Maka ia pun berharap agar nilai-nilai demokrasi kembali diangkat.

Di hari itu GNB meminta agar penyelenggaraan pemilu 2024 mengedepankan Etika dan Nurani. GNB yang terdiri dari tokoh bangsa, tokoh agama, dan tokoh budaya itu mengusung
gerakan etis dan moral, dengan mengingatkan cita-cita, tujuan luhur berbangsa dan bernegara. Isteri almarhum Presiden Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah menyakini perlu upaya khusus dalam merawat bangsa dan negara Indonesia, terutama seperti pada mas transisi kepemimpinan di Pemilu 2024 ini.

Romo Franz Magnis Suseno mengingatkan bahwa Presiden Indonesia adalah Presiden bagi semua orang Indonesia, bukan hanya presiden bagi sebuah kelompok saja. Hal ini terkait sepak terjang Joko Widodo terkait pemilu, terlebih anaknya ikut sebagai kontestan pilpres sebagai cawapres. “Etika itu yang membedakan antara manusia dengan binatang,” begitu Romo Magnis mengingatkan. Sebab itu iya mempertanyakan kepada masyarakat luas; apakah kita akan memilih pemimpin yang meletakkan etika di tempat sampah?

Pada jumpa wartawan itu, hadir tokoh tokoh penting bagi negeri ini, seperti : Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Kardinal Ignatius Suharyo, Pendeta Gomar Gultom, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Karlina Supelli, Slamet Rahardjo, Komaruddin Hidayat, Erry Riyana Hardjapamekas, Frans Magnis Suseno, Ery Seda, Pendeta Jacky Manuputty, Setyo Wibowo, Lukman Hakim Saifuddin, dan Alissa Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *