Jakarta, TriCitra Media – Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia atau BMPTKKI menyelanggarakan Ibadah dan Perayaan Natal di Graha Bethel Jakarta, Sabtu tanggal 17 Januari 2026. Diawali penampilan puluhan mahasiswa diawali tarian dari STT Hagiamos Mission, koor Mahasiswa STT Amanat Agung, Koor Mahasiswa STT Jaffray, dan Ibadah Perayaan Natal.
Penyalaan Lilin Natal dilakukan Ketua Badan Pengurus Pusat Sinode Gereja Bethel Indonesia, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham yang juga menjadi Pembawa Pesan Natal. Lalu Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Dr. Jeane M Tulung. Hadir pula pada kesempatan itu Pdt. Dr. Pontus Sitorus, M,Si Ketua Dewan Pengawas BMPTKKI, Dr. Antonius Natan, M.Th Bendum BMPTKKI, Dr. Casthelia Kartika Ketua STT Amanat Agung, dan Pdt. Dr. Junior Natan Silalahi, M.Th yang adalah Ketua Panitia Natal.
Pesan Natal yang disampaikan Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, M.Th bertema “Tuhan Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga, dan Keluarga Untuk Alam Sekitarnya”. Untuk menyelamatkan dunia yang Allah kirim bukan superhero, tetapi seorang bayi dari sebuah keluarga, Proto-evangelium, Allah gunakan keluarga untuk menyelamatkan dunia: Keluarga Nuh, keluarga Abraham, Yusuf dan Maria. Ia menyampaikan bahwa dalam keluarganya ia membawa neneknya untuk menerima keselamatan, lalu Ayahnya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, kemudian seluruh keluarganya.
Allah memakai keluarga menyelamatkan alam ciptaan Allah. Ada mandat spiritual dan ada mandat budaya, seperti nabi Nuh menyelamatkan Binatang. Menurutnya, perusakan alam, deforestasi mengakibatkan tanaman yang tumbuh di naungan pohon besar, sehingga hewan pemakan tumbuhan mati, ekosistim rusak. Hutan ditebang, mengakibatkan jalur pergerakan hewan putus dan terisolasi, sulit cari pasangan untuk kawin mengakibatkan populasi turun dan punah. Hutan yang diganti kelapa sawit merusak ekosistem.
Biodiversitas berubah menjadi monokultur. Perkebunan sawit merupakan gurun hijau, tampaknya subur tapi sunyi dari kehidupan liar yang beragam. Mengakibatkan bencana ekologi. Hari ini mari jadikan keluarga sebagai garda terdepan memprotes perusakan alam, deforestasi melalui gaya hidup yang bertanggung jawab. Pada kesempatan itu, juga menampilkan dua puisi bertema ekoteologi oleh Pdt. Dr. Nasokhili Giawa, M.Th Sekum BMPTKKI.
Usai ibadah dilanjutkan dengan kata sambutan Ketua Panitia Perayaan Natal BMPTKKI Pdt. Dr. Junior Natan Silalahi, M.Th yang menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Natal ini. Sementara Ketua Umum BMPTKKI Pdt. Prof. Dr. Stevry I. Lumintang, D.Th., Th.D., PhD menyampaikan bahwa yang hadir dalam acara itu mewakili lebih dari dari 35 STT yang ada di Jabodetabek.
Tampak Dr. Arnold Tindas, Dr. Daniel Runtuwene, Dr. Eliver Rajagukguk, Prof Frans Pantan, Prof Gernaida, Dr. Willy Pondensolang, Dr. Demsy Jura dan berbagai Pimpinan STT dan PTKK dll.
Akreditasi tahun 2025 sudah makin baik. Ada capaian akreditasi Prodi “Baik Sekali” dan semakin banyak Lektor Kepala dan Guru Besar (Professor). Para Dosen dan Pimpinan PTKK sudah tidak teriak-teriak lagi. Paling tidak ada BMPTKKI yang menjembatani.
“Saat ini anggota yang tergabung di BMPTKKI ada 210 dari 386 Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen yang ada di Indonesia. BMPTKKI akan serius mengadakan coaching untuk para dosen agar mencapai jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar. Pengurus BMPTKKI akan hadir di berbagai kota di Indonesia untuk membantu para dosen dalam semester pertama tahun ini”. Dirjen Bimas Kristen Dr. Jeane Marie Tulung, M.Pd menyampaikan pemerintah akan mendorong BMPTKKI agar terus meraih hasil terbaik di tahun 2026.
Menurutnya, tahun-tahun ke depan kita harapkan BMPTKKI harus terus lebih menyala lagi dan semakin siap secara SDM. Tahun 2025 ada 8 promosi Guru Besar (Profesor) dari 10 orang yang mengajukan dan ada 42 Lektor Kepala dari 80 yang mengajukan, dan di tahun 2026 ini diharapkan meningkat, “dengan adanya kesadaran dari dosen dan perguruan tinggi yang ada, saya senang sekali,” ujar Ibu Dirjen yang berulang tahun pada tanggal 15 Januari, yang juga dirayakan pada kegiatan ini.
Mengikuti tema yang relevan dalam kondisi saat ini, keluarga Indonesia sedang mengalami krisis multidimensi. Demikian juga saat ini perguruan tinggi sedang disorot”. “Saat ini banyak peristiwa yang melibatkan pemimpin agama dan pendidik yang menyimpang secara moral,” begitu ungkapnya keras. “Mahasiswa dan anak jadi korban, ini dikaitkan dengan ketidakhadiran ayah (fatherlessness) dalam keluarga,” ujarnya lagi.
Baginya hal Ini penting untuk menjadi perhatian bersama, karena perguruan tinggi keagamaan Kristen, menurutnya lebih banyak menyiapkan program-program yang mampu menjawab hal tersebut. Perayaan Natal ditutup dengan penampilan Vocal Group mahasiswa STT Apollos, Pantomin mahasiswa STT IKSM dan Tarian kebangsaan “Indonesia Jaya” yang dibawakan mahasiswa STT Samuel Elizabeth. Kemudian disudahi dengab acara ramah tamah







