Indonesia Pasca Pilkada Serentak, Palinggi: “Itu Soal Kran Piring Makan”

Terkait kondisi bangsa Indonesia, khususnya di Ibu Kota negara DKI Jakarta pasca Pilkada Serentak, Dr John Palinggi, MM, M.BA, Sekretaris Jenderal Badan Interaksi Antaragama atau BISMA mengatakan bahwa, politik di Indonesia tengah cidera. “Elite politisi di Indonesia kerjaanya Cuma bagaimana menggerogoti uang negara," begitu ungkapnya saat ditemui di kantornya, di Menara Mandiri, Menteng, Jakarta, pada hari Kamis tanggal 18 Mei 2017yang lalu. "Tidak ada sedikit pun mikirin masyarakat," tambahnya melanjutkan.

Hal itulah yang menurutnya menjadi salah satu sumber penyebab munculnya politik identitas, yang belakangan diangkat sebagai polemik yang sesungguhnya hanya terjadi pada tataran elit kekuasaan saja. “Polemik yang terjadi karena ada elite yang ‘kran' pirin makannya ditutup," begitu ungkap Palinggi. Dalam dunia demokrasi, kebebasan sesungguhnya harus memiliki kesadaran danya batas yang tidak membuat ketersinggungan pihak lain. namun pada masa sekarang demokrasi sekarang ini menurut Palinggi, hanya alat mencari kekuasaan guna menggapai tujuan kelompok dan pribadi.

Demokrasi seharusnya memberikan edukasi kepada masyarakat, “Cerdas politik, semakin berjiwa kebangsaan dan mengamalkan Pancasila sebagai falsapah hidup bangsa," katanya menekankan. "Mempertegas integrasi bangsa bukan malah menjurus ke disintegrasi bangsa,” tambahnya lagi. Menurut dia, Presiden Joko Widodo sudah bekerja dengan baik, dan terlihat dari kebijakan-kebijakan untuk membangun infrastruktur dengan merata, efektif-efisien, transparansi publik dan pemangkasan birokrasi, serta tindakan pemberantasan peluang koruptif. "Jokowi sangat dekat dengan rakyat dan berprilaku sederhana,” bebernya.

Palinggi mengakui bahwa saat ini banyak organisasi masyarakat dan LSM yang mahir menyampaikan kritik, sekali pun lebih banyak ditunggangi kepentingan politik. Namun ironisnya tidak ada yang memberikan solusi atas apa yang dikritiknya, "Bahkan tak melakukan apapun untuk perubahan yang lebih baik serta mengedukasi masyarakat," begitu paparnya. Pada kesempatan itu juga, Palinggi mengaytakan bahwa kasus Ahok yang menimbulkan reaksi sejuta lilin di Indonesia dan berbagai negara, sebaiknya masyarakat kritis menanggapi karena bisa saja gerakan itu sudah disusupi. “Isu agama dan etnis cuma alat saja. Ada pihak luar yang berkepentingan terhadap kondisi sekarang ini. Jadi kita mesti hati-hati,” ungkapnya mengingatkan.

Free Joomla! template by L.THEME